Semua hal yang dihidup ini akan
berubah dikemudian hari. Cepat atau lambat hal-hal yang kita anggap biasa akan
berubah, itu pasti Cuma masalah waktu yang menundanya. Hal yang paling tidak
kita sadari adalah perubahan sikap seseorang. Manusia mempunyai sifat dan
karakteristik yang berdeda-beda hal itu lah yang menimbulkan sebuah perbedaan. Perbedaan
tak selalu merugikan atau membuat tak nyaman tapi kadang adanya perbedaan
justru membuat suatu hal yang biasa menjadi lebih berwarna dan menyenangkan.
Begitulah hidup tak ada yang tahu
akan jadi apa hari esok. Akan ada kejadiaan apa dihari esok. Misteri hidup yang
harus kita jalani. Begitupun dengan misteri hidup yang kujalani. Apa yang aku
anggap biasa-biasa saja ternyata tak biasa dampaknya dikehidupan yang kujalani.
Perubahan. Apa yang salah dengan berubah? Memang tak salah tapi dampak yang
dirasakan terhadap orang lain yang sering diartikan sebagai perubahan yang
salah. Perubahan sikap seseorang yang membuat ku tak nyaman. Hal yang baru
pastinya tak selalu langsung sesuai dengan diri kita pasti butuh waktu
penyesuaian.
Dan perubahan sikap seseorang ini
belum nyaman didalam diriku. Dia seseorang yang spesial dihidupku, dia selalu
ada saat aku sedih dan membuat rasa sedih berganti menjadi tawa. Tapi akhir-akhir
ini dia tak lagi membuat tawa lagi. Justru kali ini dia membuat ku bersedih. Teman
memang seseorang yang sangat mempengaruhi hidup dan kepribadian dari kita. Tanpa
teman hidup yang kita jalani terasa hampa dan hambar. Karena teman lah pencipta
dari segala kebahagiaan yang kita rangkai dihidup kita. Tapi bagaimana jika
teman kita berubah? Bagi dia mungkin ini suatu hal yang wajar karena untuk
proses pendewasaan dirinya, namun disisi lain orang-orang yang berada
didekatnya merasa ada hal yang mengganjal diantara pertemanan ini.
Perubahan sikap, perubahan
perkataan, dan perubahan pergaulan. Mungkin ini dirasa hal yang biasa tapi
tidak untuk diriku. Ini seperti sebuah penghianatan? Mungkin saja. Aku yang
selalu rela berkorban hanya untuk kebahagian dia, namun dia malah mencampakan
ku. Dulu sebelum mengenal orang lain kita berhubungan baik namun setelah hadir
orang-orang baru diantara kami dia pun seperti menjauh dariku. Salahkan sikapku
jika pelan-pelan aku mulai membenci dia? salahkan aku jika aku mulai tak nyaman
dengan dia?. Dia membuat hidupku seperti selalu membutuhkan dia. Padahal? Bahkan
aku jauh lebis bisa menjalani hidup tanpa dia! Dia membuat hidupku seakan-akan
aku yang membutuhkan dia. Ada banyak manusia yang bisa dijadikan teman, bahkan
banyak yang bisa jauh lebih baik dari dia. Mungkin ungkapan “Kacang lupa dengan
kulitnya” tepat untuk dia. Dia lupa siapa yang selalu ada ketika dulu dia
sedih, sendirian. Dan sekarang setelah menemukan orang baru dia pergi sesuka
hatinya.
Aku yang salah atau dia yang
salah? Entahlah yang jelas aku mulai tak nyaman dengan sikap dan kepribadiannya
saat ini. Dan diam-diam aku membuat jarak diantara kami. Mungkin ini solusi
yang baik agar aku tak terlalu tersakiti karena sikapnya. Mungkin ini yang
dinamakan teman baginya. Selamat bersenang-senang kawan, selamat telah
menemukan sosok baru dihidupmu dan itu penggantiku. Semoga karma tak menimpa
dirimu.
Dan untuk aku? Tak apa, aku masih
mempunyai sahabat yang jauuuuhhh lebih setia dibandingkan dia. Dan waktu telah
membuktikan kesetiaan diantara kita dengan masih bersama-sama hampir 4 tahun
dan kini memasuki 5 tahun. Aku hanya bisa tersenyum melihat sikap dia yang
sudah sering aku jumpai.







0 komentar:
Posting Komentar