Kunto Aji - Terlalu Lama Sendiri


Pagi ke malam hari tak pernah terlintas di hati
Bahkan di saat sendiri aku tak pernah merasa sepi
Sampai akhirnya ku sadari
Aku tak bisa terus begini
Aku harus berusaha
Tapi mulai darimana

Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Teman-temanku berkata yang kau cari seperti apa
Ku hanya bisa tertawa nanti pasti ada waktunya
Walau jauh dilubuk hati
Aku tak ingin terus begini
Aku harus berusaha
Tapi mulai dari mana

Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Bukan tanpa nyali
Sadar aku begini
Apa yang di depan mata tak seperti yang engkau kira
Oh bahwa sesungguhnya pintu hati menunggu terbuka

(Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Sudah terlalu asyik sendiri)
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Jauh dilubuk hati aku tak ingin sendiri

Thanks my motivation from the outside




Mereka sangat jauh dariku. Aku bahkan belum pernah berjumpa dengan mereka. Bahkan mendengar suaranya saja aku belum pernah, apalagi melihat senyuman yang indah seperti difoto mereka. aku hanya bisa melihat mereka melalui dimensi 2D padahal aku sangat ingin berjumpa dengan mereka hanya untuk mengucapkan kata “Terima Kasih”.
Kata “Terima Kasih” yang sangat tulus dari dalam hati ku untuk mereka berdua. Mereka telah mengubah cara pandang pemikiran ku dan menciptakan sebuah semangat yang baru. Mereka seperti diciptakan oleh Tuhan untuk membantu orang-orang. Mereka baik, seru, sopan, ramah, sungguh perpaduan yang menurutku hampir dikatakan sempurna untuk sesosok laki-laki. Ya meskipun aku belum pernah melihat secara langsung dan belum mengetahui sifat aslinya tapi mungkin saja mereka benar-benar mempunyai sifat seperti itu.
Dunia maya telah mempertemukan aku dengan mereka. Sungguh menyebalkan, mengapa didunia maya? Dunia yang nyata namun tak nyata. Tapi melalui tulisan mereka itulah membuatku tersadar bahwa nggak semua orang yang berada didekat kita bisa memberikan kita dukungan atau semangat yang baru. Kadang kala kita membutuhkan sosok figur baru mungkin saja memiliki sifat dan kepribadian yang lebih dari yang kita duga.
Hal itu juga menyadarkan aku, dunia ini enggak sempit loh. Cuma kadang kita menyempitkan dunia ini. Diluar sana masih banyak orang-orang yang ternyata jauh lebih baik yang kita kira. Mereka bukan teman dekat kita, bukan juga saudara kita, bahkan bertemu saja belum pernah. Itulah yang aku rasakan. Tapi mereka mampu membuat ku tersadar.
Mereka berdua sebut saja Virgo dan Aries. Pastinya ini bukan nama aslinya, demi sebuah privasi tak usah ku tulis nama aslinya. Aries adalah seorang laki-laki yang pertama ku kenal jauh sebelum aku mengenal si Virgo. Aku pertama kali mengenal dia saat aku masih duduk dibangku kelas 9 SMP. Kira-kira sudah 2 tahun aku mengenal dia, tapi aku tak pernah akrab dengan dia. Sekilah aku menyimpulkan dari sifatnya, dia itu loyal dengan orang baru, baik, suka menghibur orang lain. Dan sebenarnya dia menginspirasi hidupku juga baru akhir-akhir ini. Kata demi kata yang aku baca diblognya sungguh membuatku kagum. Seorang laki-laki suka menulis? Haha sangat jarang sekali ada. Dan tulisannya sungguh menginspirasiku. Bahwa enggak semua orang itu membutuhkan seseorang yang disebut Pacar dia lebih mempentingkan mempunyai sahabat baru atau biasa disebut “Keluarga kedua” dibandingkan harus punya pacar. Sepertinya simpel sih tapi hal ini membuatku kagum. Sangat jarang ditemui laki-laki seperti ini. Kekaguman ku tak berhenti sampai sini. Saat aku membaca disalah satu sosial medianya dia juga sudah 4 kali mengirim naskah novel dipenerbit terkemuka ; Bukune, gagas media. 4 kali? Bayangkan meskipun belum diterbitkan satu novel pun, dia enggak menyerah. Dan hal ini yang membuat ku semakin bersemangat untuk menulis lagi, walaupun enggak semua tulisan ku aku posting. Kadang kala saat aku tak punya inspirasi, aku pasti membuka blognya untuk mendapatkan ide baru, dan teknik penulisan yang berbeda.
Laki-laki yang kedua yaitu Virgo. Aku mengenal dia sudah sekitar 1 tahun ini. Seperti Aries aku mengenal dia didunia maya, salah satu sosial media. Dengan Virgo aku ini setidaknya bisa dikatakan pernah dekat, ya walaupun belum bisa disebut sebagai teman akrab. Tapi sudah beberapa menjalin contact . Virgo mempunyai yang hampir sama dengan Aries, tapi mempunyai hobby yang sangat berbeda. Si Virgo ini mempunyai sebuah hobby yang hampir sama dengan aku kesukaan ku, namun aku belum kesampaian untuk menjalankan kesukaan ku ini. Traveling, Hiking, pokoknya yang berbau Adventure. Aku sangat senang sekali mengenal dia, akhirnya aku mempunyai teman seperti itu. Ditambah lagi dia juga suka dengan hal yang berbau Fotografi, bisa dikatakan sebuah anugrah dari Tuhan jika aku mengenal teman yang seperti itu, apalagi kalau bisa dekat.
Virgo sangat memberika pengaruh yang sangat dikatakan cukup besar dalam hidup ku. Karena dia, gara-gara dia, aku akhirnya bisa merasakan apa itu Mendaki gunung. Kok bisa? Apa hubungannya sama si Virgo? Haha. Dihidupku, dan dipandangan ku sosok Virgo seperti memacu semangat ku. sebenarnya aku sudah punya niatan untuk mendaki gunung, Cuma hal itu masih aku tunda-tunda sampai aku mengenal Virgo ini. Gara-gara Virgo, dipikiran ku seperti menantang diriku sendiri. “Dia baru kelas 11 aja sudah pernah menginjakan kaki di Gunung Semeru. Kamu enggak pengen seperti itukah?” Hatiku dan pikiran ku selalu berkata seperti itu. Dan akhirnya ku beranikan diriku untuk menjalankan keinginanku yang sebenarnya sejak kecil kupendam. Dan pada bulan April 2014 aku menginjakan kaki ku di Gunung Lawu. Meskipun belum sampai Gunung Semeru seperti si Virgo, tapi tak apalah. Untuk pemula, lagi pula saat itu aku masih kelas 10. Iya aku dan Virgo beda 1 tahun. Dan akhirnya setelah mengenal Virgo ini, aku semakin suka dengan Traveling dan bahkan semakin cinta.
Merekalah yang telah mengubah cara pandang hidupku. Mereka yang membuat hidupku berbeda dan menjadi lebih berwarna. Meskipun mungkin bagi mereka hal itu seperti hal yang biasa tapi bagiku itu adalah hal yang cukup menginspirasi. Sebagai pengguna sosial media yang baik, kita harus bisa memanfaatkan dan mengambil pelajaran yang ada didalamnya. Jangan hanya ingin menjadi biar eksis, ataupun ajang saling bully.
Jika kalian merasa tak ada seseorang yang memberi semangat ataupun tak ada yang menginspirasi hidup kalian, bukan berarti teman, atau sahabat kita tak peduli dengan diri kita. Mungkin kita membutuhkan sosok figur baru yang lebih Fresh yang bisa mengubah cara pandang pemikiran kita.
Untuk Virgo dan Aries, Terima kasih. Kalian telah memberikan hal yang positif didalam hidupku ini. Meskipun aku dan kalian belum pernah bertemu secara langsung tapi Terima kasih banyak untuk segalanya.

Happy Birthday My Best School SMP N 3 Purwodadi...




20 Maret 2015. Hari jum’at di bulan ke-3 ditahun 2015. Pagi ini berjalan seperti hari biasanya. Sebelum gue berangkat OJT gue sempet lihat tanggal dan jam. Dan jeng-jeng, aku baru inget kalau hari ini adalah hari jadi SMP N 3 Purwodadi. Dan seketika itu semua memori yang pernah gue lewati disana seperti terulang kembali dan menari-nari dipikirna gue. Semua seperti indah banget tersimpan rapi dipikiran sekaligus hati gue.
Semua kenangan indah itu bermula dari tahun 2010 ketika gue resmi menjadi murid SMP N 3 Purwodadi. Setelah gue resti diterima di SMP N 3 Purwodadi, gue manjadi murid dikelas 7L-8F-dan 9D. Diketika kelas itulah semua kenangan sekaligus perjuangan gue lewati bersama-sama. Berawal dari tempat ini lah gue menemukan sesuatu hal yang sangat menakjubkan. Ditempat inilah gue mempunyai sahabat yang udah seperti keluarga gue sendiri. Semua itu berawal dari pertemanan kelas 7 dan berlanjut hingga sekarang. Iya Alhamdulillah nya Allah merestui kita buat manjalin persahabatan ini selama itu.
Selain aku menemukan keluarga kedua ku ditempat ini, masih banyak kenangan yang tercipta. Saking indahnya gue sampai masih inget walaupun gue udah lulus dari SMP N 3 Purwodadi 2 tahun yang lalu. Banyak hal yang udah gue lewatin disana. Entah itu kenangan yang konyol, sedih, maupun biasa aja.
Masa-masa SMP menurut gue masa yang paling seru sekaligus lucu. Dimana masa-masa ini kita mulai merasa udah jadi orang gedheI. Maksudnya kita itu udah kayak merasa jadi orang yang dewasa, padahal maahh juga masih kecel. Baru lulus dari SD aja udah sok merasa jadi dewasa. Haha konyol sih tapi itu memang realita kehidupan. Pasti hal yang kayak begini nggak Cuma terjadi di disekolahan gue aja sih tapi rata-rata emang begini.
Contoh simpelnya itu masalah cinta. Kalau gue nyebut cinta-cintaan sih. Ya maklum anak SMP ngerti apa sih tentang cinta, palingan juga definisi cinta menurut mereka sekedar punya pacar gitu. Menurut gue pribadi sih di SMP ini lah tempat terjadiya Cinta Pertama, meskipun nggak semua sih tapi kebanyakan kayak gitu. Makanya diSMP inilah kayak udah merasa jadi orang gedhe.
Tak hanya kenangan tentang persahabatan dan tentang cinta, tapi masih banyak lagi. Misalnya kenangan yang tercipta didalam sebuah ruangan yang biasa disebut dengan kelas. Bersama teman sekelas banyak kisah lucu, banyak hal yang baru dilakukan bersama. Saling membuat tawa, saling mendukung, saling menyemangati, dan saling-saling yang lainnya. Bahkan saling memusuhi. Haha ya itulah kehidupan remaja yang seru.
Tak terasa kini semua kenangan itu hanyalah tinggal dipikiran yang sewaktu-waktu bisa diingat-ingat lagi dan udah nggak bisa dirasain lagi. Semua kenangan itu sekarang hanyalah menjadi film dalam kehidupan yang telah dijalani. Aku sangat bersyukur pernah berada ditempat yang penuh dengan kenangan yang sangat indah. Terima kasih SMP N 3 Purwodadi. Engkau tak hanya sekolah terfavorit di kota ku tapi engkau juga sekolah terfavorit didalam hatiku. Terima kasih untuk semua kenangan manis yang pernah tercipta.
Diusia mu yang sekarang memasuki ke-35 semoga engkau akan terus menjadi sekolah yang terbaik, menjadi sekolah kebanggaan para murid-murid yang kini menuntut ilmu. Dan selalu menciptakan generasi penerus bangsa yang dibanggakan. Diusia yang ke-35 semakin menciptakan lebih banyak penghargaan dan prestasi yang membanggakan. Jaya selalu SMP N 3 Purwodadi.

5 cm? Ah bukan




Kalian semua pasti mengetahui kan film yang diadaptasi dari novel karangan Donny Dhirgantoro yang berjudul 5 cm itu kan. Film 5 cm yang rilis pada 12-12-12 itu bercerita tentang 5 sahabat yang terdiri dari 4 laki-laki dan 1 perempuan itu menceritakan tentang hubungan persahabatan yang sudah terjalin selama 10 tahun. Lalu mereka ber5 merasa bosan dengan rutinitas kehidupan sehari-hari. Akhirnya mereka menyetujui untuk tidak bertemu selama 3 bulan dan akan kembali bertemu ditanggal yang sudah ditetapkan seleng 3 bulan itu. Setelah 3 bulan mereka tak bertemu akhirnya mereka diajak Genta (salah satu dari mereka yang diperankan Fedi Nuril) untuk mendaki gunung tertinggi di Jawa, Gunung Semeru. Dan akhirnya mereka melakukan perjalanan yang panjang untuk mendaki gunung semeru. Banyak hal yang dapat diambil dalam film ini. Mereka semua membuktikan bahwa persahabatan itu sangatlah kekal.
Kali ini aku bukan ingin membuat sinopsis tentang film 5cm. Tapi kali ini aku akan bercerita mengenai kisah ku bersama kawan-kawan ku. Cerita ku mungkin tak sama dengan yang ada di film 5cm bahkan bisa dikatakan sangatlah jauh. Kita hanyalah sekelompok siswa dari salah satu SMK ternama di kota Purwodadi. Kita hanyalah murid dari jurusan Multimedia di SMK N 1 Purwodadi. Kita hanyalah 5 orang yang sedang berjuang bersama demi menatap masa depan yang indah. Aku Danik dan 4 kawan ku Bintang, Anggi, Bonar, dan Khoirul. Kitalah 5 cm versi diri sendiri. Haha apaan sih ini.
Kita menjalin persahabatan ini memag baru sekitar 1,5 tahun yang lalu. Ya karena memang faktor kita satu kelas jadi kita bersama-sama terus. Uniknya kita selalu barengan terus dalam keadaan apapun. Entah itu tugas kelompok, kelompok belajar, sampai main pun kita bareng terus. Entahlah kenapa harus mereka yang selalu bersama dengan diriku. Padahal kan teman yang lain banyak. Entahlah mungkin takdir sudah menakdirkan kita untuk bersama-sama.
Persahabatan kita memang tak sama dengan yang ada di film 5 cm. Ya memang di 5 cm terdiri 4 laki-laki dan 1 perempuan, sedangkan kita 3 laki-laki dan 2 perempuan. Dari formasinya saja sudah berbeda pastinya kisahnya juga berbeda. Di 5 cm persahabatan sudah terjalin selama 10 tahun, sedangkan kita? Haha baru aja kemarin 1,5 tahun itu pun karena faktor satu kelas jadinya bisa barengan terus. Tapi kisah-kisah yang kita ciptakan tak kalah serunya dengan film 5 cm. Hal yang paling sering kita lakukan yaitu cerita-cerita dikelas. Entah itu pelajaran ataupun saat jam kosong. Kalau kita undah cerita pasti ada aja hal yang konyol yang kita omongin sampai ketawa keras terus satu kelas lihatin kita semua terus kita langsung diem seketika. Haha mungkin hal ini sudah biasa dikalangan para pelajar tapi hal-hal yang sederhana seperti ini yang bisa menjadi kenangan di kemudian hari nantinya. apalagi nanti kalau kita semua sudah sibuk dengan masa depannya masing-masing pastinya suatu saat nanti pengen mengulang hal seperti ini. Tak hanya itu, hal yang selalu kita lakukan bersama adalah setiap malam setelah sholat magrib atau sholat isya kita selalu kumpul dirumah salah satu dari kita. Entah itu dirumah Bintang atau Khoirul. Pamitnya sih belajar kelompok tapi kenyataannya? Ya begitulah remaja ada-ada aja yang dilakuin. Kadang beli makan, bercanda sampai saling curhat satu sama lain. Nah ini kalau udah curhat pasti kita lupa akan waktu. Lagi asik-asik curhat eh tiba-tiba udah jam 10 malam. Haha jam 10 malam? Bagi kita udah hal biasa pulang jam segitu. Kalau aku sih Alhamdullilahnya punya orang tua yang gak pernah marah kalau pulang malam. Dulu aja pernah pulang sampai jam 12 malam. Tapi ini, sih Bintang pasti mintaaa cepet-cepet pulang kalau lagi ngumpul dirumah Khoirul. Katanya sih takut nanti kalau dikunciin. Ah labay sih dia. dikunci? Yaudah pasrah. Haha temen apaan sih aku ini. Haha.
Tak hanya itu sebenarnya banyak cerita-cerita yang tercipta dianatara kita. Lain kali disambung lagi lah. Semoga persahabatan ini bisa terjalin seperti di film atau novel 5 cm yang bertahan selama 10 tahun. Dan eits kita bukan 5 cm, jadi kalau kegilaan kita berbeda itu wajar bahkan mungkin kegilaan itu lebih gila. Hahaha
Copyright 2009 DanikWe. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates